LUMAJANG – Dalam rangka memperkuat sinergi pemberdayaan masyarakat desa, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Lumajang menghadiri audiensi resmi yang dipimpin oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Lumajang, Agus Triyono. Pertemuan ini membahas rencana kerja sama penyelenggaraan Festival Budaya dan UMKM bertajuk "Gelar Suro Jayaningrat" yang diprakarsai oleh Yayasan Tirta Amurwo Bhumi.
Kegiatan audiensi dilaksanakan pada Rabu, 11 Maret 2026, bertempat di Ruang Rapat Terbatas Sekretariat Daerah Kabupaten Lumajang. Pertemuan ini dihadiri oleh jajaran Asisten Sekda, para Kepala Dinas terkait, serta Camat Rowokangkung untuk menyelaraskan peran instansi pemerintah dalam mendukung agenda pembangunan daerah melalui festival kebudayaan .
Festival yang direncanakan berlangsung pada Juni/Juli 2026 di Kecamatan Rowokangkung ini bertujuan untuk melestarikan tradisi lokal sekaligus menggerakkan roda ekonomi melalui penguatan UMKM desa. Sektor UMKM menjadi salah satu pilar utama dalam gelaran ini, mengingat Kecamatan Rowokangkung memiliki potensi besar di bidang pertanian, peternakan, perikanan, hingga produk kreatif yang membutuhkan wadah promosi strategis. Melalui festival ini, para pelaku usaha lokal akan difasilitasi untuk menampilkan produk unggulan mereka guna memperluas pangsa pasar dan akses jejaring bisnis.
Dalam kesempatan tersebut, ditekankan bahwa DPMD Kabupaten Lumajang memberikan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan festival ini, khususnya dalam memfasilitasi koordinasi perangkat desa serta mobilisasi masyarakat. Hal tersebut sebagaimana yang disampaikan oleh Dadang Arifin, Sekretaris DPMD, sesuai arahan dari Bayu Ruswantoro, Kepala DPMD, yang menginstruksikan agar seluruh jajaran DPMD berperan aktif dalam sosialisasi kegiatan agar manfaat ekonomi dan budaya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat desa di wilayah Rowokangkung dan sekitarnya.
Rangkaian festival ini rencananya akan melibatkan lebih dari 50 stan UMKM yang mencakup bazar kuliner khas, pameran hasil bumi, hingga demo produk kreatif. Selain menjadi ajang promosi, acara ini dirancang sebagai sarana edukasi bagi pelaku usaha lokal untuk meningkatkan daya saing di tengah target kunjungan yang mencapai 1.000 hingga 3.000 orang.
Selain pameran UMKM, acara ini juga akan menghadirkan sub-program unggulan Suro Run 2026, sebuah lomba lari amal (charity run) 10K & 21K dengan rute persawahan hijau dan panorama Gunung Semeru. Seluruh biaya pendaftaran peserta akan dialokasikan untuk misi sosial melalui Program Reintegrasi Produktif bagi perempuan purnabina. Diharapkan, kolaborasi lintas sektor ini mampu menjadikan "Gelar Suro Jayaningrat" sebagai ikon kebudayaan baru yang membawa dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat Kabupaten Lumajang. (Skr_DPMD).